WCPL

WCPL

Weather and Climate Prediction Laboratory

Weather and Climate Prediction Laboratory (WCPL)

Nama resmi WCPL adalah Laboratorium Analisis Meteorologi. Secara organisasi Laboratorium Analisis Meteorologi berada di bawah Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung yang pengelolaannya dilakukan secara terkoordinasi dengan Program Studi Meteorologi. Laboratorium Analisis Meteorologi menyelenggarakan beberapa praktikum untuk mahasiswa, terutama yang berkaitan dengan pemodelan meteorologi dan prediksi cuaca dan iklim secara numerik. Laboratorium ini juga melaksanakan kegiatan pengolahan data cuaca dan iklim yang hasilnya dapat digunakan untuk penelitian dosen dan mahasiswa. Selain itu, laboratorium ini juga menjalankan eksperimen prediksi cuaca harian untuk wilayah Indonesia dengan menggunakan model-model numerik.

Untuk nama laboratorium dalam bahasa Inggris, digunakan Weather and Climate Prediction Laboratory dan disingkat WCPL. Nama ini digunakan karena sebelumnya Laboratorium Analisis Cuaca menggunakan nama Laboratorium Prediksi Cuaca dan Iklim dalam kurun waktu yang cukup lama. Nama ini tetap digunakan selain karena faktor historis, juga karena dirasa nama ini lebih dikenal dan lebih bergaung.

Selengkapnya »

Fasilitas WCPL

Server WCPL
Server-server meteorologi ITB yang dikelola oleh WCPL dan selalu menyala 24 jam. Server ini dirancang secara otomatis untuk men-download data dan menjalankan prediksi cuaca setiap hari. Beberapa server juga dijadikan tempat direktori kerja mahasiswa yang sedang praktikum atau melakukan penelitian.
Ruang kerja
Ruang kerja WCPL lantai dua. Digunakan sebagai ruang dosen dan tempat penyimpanan ruang server.
Taman alat
Taman alat meteorologi ITB, terdapat beberapa instrumen yang dipasang.
AWS
Automatic Weather Station (AWS) yang terdiri dari beberapa sensor mengambil data secara real-time dan langsung menyajikannya di web pada halaman Observasi Permukaan.
PC Cluster
PC Cluster di ruang server. PC Cluster ini terdiri dari beberapa PC yang dihubungkan satu sama lain untuk menghasilkan performa yang lebih baik dalam menjalankan model prediksi cuaca.
Ruang praktikum
Ruang praktikum meteorologi ITB. Mahasiswa banyak menghabiskan waktu di sini untuk melakukan praktikum dan penelitian.
Nama ruang server
Nama ruang server dalam bahasa Inggris dan Jepang. WCPL pernah beberapa kali mengadakan kerjasama dengan Universitas Kyoto dari Jepang. Dana pengadaan beberapa server di ruangan ini awalnya merupakan hibah dari pihak Jepang.

Konfigurasi Prediksi Cuaca WCPL

WCPL menggunakan model MM5 untuk memprediksi baik di wilayah Indonesia maupun di Wilayah Pulau Jawa.

  • Prediksi Perawanan merupakan prediksi pertumbuhan awan di suatu lokasi. Pertumbuhan awan ditandai dengan adanya ketersediaan uap air di atmosfer (mm).
  • Prediksi Curah Hujan Konvektif (per 3 jam dalam satuan cm), merupakan prediksi akumulasi curah hujan dalam tiga jam di suatu wilayah yang berasal dari awan-awan konvektif.
  • Prediksi Temperatur di permukaan (°C), menunjukkan prediksi derajat panas pada lapisan permukaan bumi di suatu lokasi.
  • Theta ekivalen atau temperatur potensial ekivalen/θe (°K) adalah temperatur dari parsel udara yang akan dicapai jika ketersediaan uap air di udara terkondensasi dan melepaskan panas laten sehingga parsel udara terangkat secara adiabatik ke lapisan 1000 mb. Perbandingan nilai θe pada tiap lapisan dapat menunjukan stabilitas atmosfer. Dalam kondisi atmosfer stabil, nilai θe naik terhadap ketingian. Nilai θe yang menurun terhadap ketinggian menunjukkan kondisi atmosfer yang tidak stabil.
  • Prediksi Gelombang pada bagian Aplikasi menunjukan prediksi tinggi gelombang laut (m) dan arah gelombang (garis panah hanya menunjukkan arah tanpa skala).

Selain model MM5, WCPL juga menggunakan model WRF dan JMA-NHM sebagai perbandingan untuk curah hujan. Masing-masing model tersebut menggunakan domain seperti yang terlihat pada gambar dan tabel konfigurasi domain di bawah. Konfigurasi detail untuk setiap model tersebut dapat dilihat pada page masing-masing model yang dapat diakses dari menu pada sidebar. Selain ketiga model yang telah disebutkan, WCPL menggunakan model Wavewatch III untuk memprediksi gelombang laut di perairan Indonesia.

Konfigurasi Domain

Field Domain 1 Domain 2
Dimensi Grid Meridional 130 82
Dimensi Grid Zonal 250 172
Level Vertikal 32 32
Resolusi Grid 30 km 10 km
Resolusi Medan 2 min ( ~4 km) 30 s (~0.9 km)
Tipe Nest 1-Way 2-Way
Input Nest Domain Initial Condition Terrain Nest File

Konfigurasi WRF

Pengaturan Domain 1 Domain 2
Parameterisasi Mikrofisis Skema WSM 3-class simple ice idem
Radiasi gelombang panjang Skema RRTM Skema RRTM
Radiasi gelombang pendek Skema Dudhia Skema Dudhia
Lapisan permukaan Skema Monin-Obukhov idem
Permukaan daratan Skema thermal diffusion idem
Parameterisasi PBL Skema MRF Skema MRF
Paramterisasi Kumulus Skema Grell-Devenyi ensemble Skema Kain-Fritsch (new Eta)
Fluks panas dan kelembapan dari permukaan Ya Ya
Efek tutupan salju Tidak Tidak
Efek awan pada kedalaman optik Ya Ya
Tutupan lahan dan kategori tanah Data WPS/geogrid idem
Permukaan daratan dan lapisan tanah Skema thermal diffusion idem
Fisis perkotaan Tidak Tidak
Efek kemiringan pd radiasi Tidak Tidak
Efek bayangan titik sekitar Ya Ya

Konfigurasi MM5

Pengaturan Domain 1 Domain 2
Skema kelembapan eksplisit Grauple (Reisner 2) Grauple (Reisner 2)
Parameterisasi Kumulus Skema Grell Skema Kain-Fritsch
Parameterisasi PBL Skema MRF Skema MRF
Radiasi RRTM RRTM
Polar model Tidak polar (5-layer soil model) Tidak polar (5-layer soil model)
Model temperatur tanah multi-layer Ya Ya
Konveksi dangkal Ya Ya
Frekuensi perhitungan radiasi atmosfer 30 menit 30 menit
Difusi vertikal lembab dalam awan Ya Ya
Adveksi temperatur vertikal Linear Linear
Difusi sigma z-difusi z-difusi
Koreksi gradien temperatur untuk z-difusi di level bawah perbedaan satu sisi (one-sided) dari suhu udara perbedaan satu sisi (one-sided) dari suhu udara
Gaya coriolis 3D Ya Ya
Kondisi awal lautan es Berdasarkan SST Berdasarkan SST
Kondisi batas radiatif atas Ya Ya
Efek orografi Ya Ya
Kondisi batas Fixed Time-dependent
Kekasaran thermal Skema Zilitinkevich Skema Zilitinkevich
Tutupan salju Tidak Tidak
Fluks permukaan Ya Ya
Prediksi temperatur permukaan Ya Ya
Karateristik permukaan Ya Ya
Efek awan diatas radiasi Ya Ya
Evaporasi dari awan/hujan Ya Ya

Konfigurasi Model Wavewatch III

Sama seperti halnya model JMA-NHM, WCPL tidak banyak melakukan modifikasi terhadap parameterisasi dan setting lainnya dalam model, melainkan menggunakan konfigurasi default dari model Wavewatch III tersebut.

Anggota (Member) WCPL

Anggota WCPL terdiri atas dua kategori, yaitu anggota aktif dan alumni. Anggota WCPL ini meliputi mahasiswa yang pernah ataupun sedang menyelesaikan tugas akhir di bawah bimbingan Dr. Tri Wahyu Hadi, Dr. Nurjanna Joko Trilaksono, I Dewa Gede A. Junnaedhi, M.Si, dan M. Ridho Syahputra, M.Si., serta mahasiswa yang aktif menjadi administrator WCPL dan jaringan di Program Studi Meteorologi. Perbedaan anggota aktif dan alumni hanya terletak pada masa aktif dalam mengembangkan WCPL. Walaupun anggota WCPL alumni tidak memegang banyak peranan dalam pengembangan WCPL saat ini, tetapi alumni telah banyak berkontribusi pada WCPL saat mereka masih menjadi anggota aktif.

Anggota WCPL Aktif

Anggota WCPL - Alumni