Aplikasi

Dengan mengetahui parameter-parameter dasar meteorologi seperti angin, curah hujan, dll, kita dapat mengaplikasikannya dalam berbagai banyak bidang. Di halaman ini kami menampilkan beberapa contoh aplikasi prediksi meteorologi yang diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Prediksi Gelombang Laut

Wavewatch III adalah nama software yang memprediksi tinggi gelombang laut. Dengan memakai data masukan kecepatan dan arah angin hasil prediksi model atmosfer (dalam sistem ini menggunakan hasil model MM5), tinggi dan arah gelombang laut bisa diprediksi. Prediksi gelombang laut yang disajikan disini masih bersifat eksperimental. Dalam beberapa waktu ke depan, sistem prediksi gelombang ini akan diperbaharui.

Prediksi menggunakan model WavewatchIII ini memiliki resolusi spasial 1.25x1.0° untuk region Global (Asia) dan 27 km untuk region Indonesia. Sistem prediksi ini sudah berjalan secara realtime dan diperbaharui setiap 1 hari.

Prediksi Sebaran Abu Vulkanik di Udara

Awan abu vulkanik hasil letusan gunung api dapat mengancam keselamatan pesawat terbang karena radar cuaca konvensional pesawat tidak dapat mendeteksi partikel tersebut di udara. Dalam website ini ditampilkan demonstrasi prediksi sebaran partikel abu vulkanik untuk berbagai gunung api di Indonesia. Model dispersi yang digunakan adalah PUFF Volcanic Ash Model yang dikembangkan oleh University of Alaska Fairbanks. Data masukannya adalah data angin 4-dimensi yang diperoleh dari model cuaca global. Prediksi ini berjalan secara realtime setiap hari dengan asumsi jam letusan pukul 07.00 LTU (local time unit) dan tinggi letusan 12 km dpl. Model ini dapat memprediksi sebaran abu vulkanik dengan cepat jika diketahui suatu saat terjadi letusan gunung api.

Prediksi Pencemaran Udara Kendaraan Bermotor di Bandung

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penyebaran polutan di atas cekungan Bandung. Penelitian tersebut menggunakan model kualitas udara yang dikembangkan oleh National Central University - Taiwan yang disebut TAQM (Taiwan Air Quality Model). Data yang digunakan adalah data meteorologi yang dihasilkan dari model MM5 dengan resolusi 1 km, dan data laju emisi yang dihitung berdasarkan jumlah kendaraan pada jalan utama di kota Bandung.

Simulasi penyebaran polutan diambil beberapa hari yang mewakili musim kering dan memiliki angin background kuat dan lemah. Dari hasil simulasi tersebut dapat dilihat bahwa pola penyebaran polutan di cekungan Bandung cenderung menyebar ke arah barat. Pencemaran udara yang berasal dari kota Bandung pada siang hari tidak terperangkap di cekungan sedangkan pada malam hari ada kemungkinan polutan terperangkap di daerah cekungan Bandung.

Sistem prediksi pencemaran ini hanya berupa test case saja, belum berupa sistem realtime. Ketersediaan data emisi realtime diperlukan untuk membuat sistem ini bisa berjalan realtime.

Prediksi Kekeringan

Sistem prediksi kekeringan ini dijalankan dengan memanfaatkan data prediksi iklim dari model CFS (Climate Forecast System) yang dikeluarkan oleh NCEP (National Center for Environmental Prediction - US). Prediksi kekeringan ini dilakukan dengan menghitung SPI (Standardize Precipitation Index) untuk seluruh wilayah Indonesia.

SPI merupakan sebuah indeks yang dihitung berdasarkan probabilitas curah hujan di suatu wilayah dalam rentang waktu klimatologis (minimal 30 tahun). Indeks ini dikembangkan oleh T.B. McKee, N.J. Doesken, dan J. Kleist, dari Colorado State University, sejak tahun 1993.Pada awalnya McKee dkk menghitung SPI dalam skala waktu 3, 6, 12, 24, dan 48 bulan untuk merefleksikan anomali curah hujan dalam skala waktu pendek, sedang, hingga panjang. Anomali curah hujan dalam skala waktu tersebut berhubungan dengan ketersedian air tanah (Groundwater), debit aliran (streamflow) hingga daya tampung reservoir yang berkaitan erat dengan pertanian hingga ketersedian air minum di suatu wilayah. Klasifikasi nilai SPI sendiri ditunjukkan oleh tabel dibawah ini:

Nilai SPIKategori
>=2.00Ekstrim basah
1.50 s.d 2.00Sangat basah
1.00 s.d 1.49Moderat basah
0.99 s.d -0.99Mendekati normal
-1.00 s.d -1.49Kekeringan moderat
1.50 s.d -1.99Sangat kering
<=-2.00Ekstrim kering
Kategori SPI (McKee et al., 1993)

Tracking Siklon Tropis Megi

Siklon tropis yang cukup besar di wilayah asia beberapa waktu yang lalu adalah Siklon Megi di Filipina pada bulan Oktober 2010. Putaran siklon ini mencapai kecepatan 305.77 km/jam. Siklon ini menyebabkan kerugian hingga $600 juta USD di Filipina dan China.